Duh, Nyamuk Tanggul Resahkan Warga

  • Whatsapp

Belakangan ini, sejumlah warga RW 01 dan 02 atau disekitar pantai selatan Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu mengaku resah. Pasalnya, semenjak berdirinya tanggul atau jalan lingkar di pantai tersebut menyebabkan endapan air yang berbau tidak sedap serta menjadi sarang nyamuk.

“Jadi sarang nyamuk, padahal lokasi itu sering kami gunakan untuk kumpul-kumpul,” ujar Redi (36) salah seorang warga Pulau Tidung pada beritapulauseribu.id, Selasa (22/10).

Selain banyak nyamuk, menurut dia, endapan air laut menyebabkan lokasi itu ditumbuhi lumut dan menimbulkan bau tidak sedap. “Terlihat kumuh, padahal tanggul jalan itu sering dilewati wisatawan. Harus segera dibenahi, warga sudah resah,” tegas Redi.

Senada dikatakan Redi, Fredì (44) waŕga lainnya menuturkan semenjak ada tanggul jalan lingkar luar yang dibangun Sudin Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Kepulauan Seribu itu menimbulkan masalah bagi warga sekitar. “Kami sudah lapor ke lurah dan pihak terkait, tapi belum adà respon. padahal kondisinya saat ini sudah meresahkan,” tegas Fredi.

Lurah Pulau Tidung, Cecep Supriadi mebenarkan adanya keresahan warga terkait masalah yang disebabkan oleh tanggul atau jalan lingkar itu. Dikatakannya, pihaknya telah memfasilitasi keluhan warga kepada pihak Sudin SDA Kepulauan Seribu. “Sebagian warga memang terdampak bau tidak sedap akibat air laut yang tertahan tanggul.,” katanya.

Namun, sambung Cecep, hal itu sudah dimonitor dan dalam pengamatan pihak Sudin SDA. Bahkan, aset tanggul itu sudah di survei oleh instansi terkait. “Sudah kita koordinasikan, rencananya akan diurug atau dibuat kolam ikan serta taman oleh SDA,” terang lurah. .

Merespon keresahan warga itu, Kepala Sudin SDA Mustajab mengungkapkan bahwa pembangunan tanggul merupakan kegiatan tahun 2018 dan diakuinya bahwa lokasi itu dibuat tertutup sehingga tidak ada sirkulai air.

“Itu hasil kunjungan tim gubernur untuk dibuat reservoar atau tampungan air tawar saat hujan. Kami sudah terima laporan masalah warga, tapi saat ini belum ada rencana karena kami masih fokus pembangunan tanggul lainnya,” jelas Mustajab. (rep)